Pasar vs Toko vs Ruko: Perhitungan Modal dan Keuntungan Bisnis untuk Keluarga

Pasar vs Toko vs Ruko: Perhitungan Modal dan Keuntungan Bisnis untuk Keluarga

Bekerja merupakan salah satu hal yang sangat penting dikerjakan, karena dari bekerja Anda akan mendapatkan uang setiap bulannya untuk kebutuhan sehari hari.

Akan tetapi bekerja pun sebenarnya belum cukup, untuk itu melakukan bisnis kecil-kecilan untuk menambah pemasukan keuangan keluarga.

Salah satu contoh bisnis yang cukup mudah dilakukan adalah membuka kios kecil-kecilan di Pasar atau Toko atau Ruko.

Sebagai seorang pebisnis, tentu kita akan mencari lokasi yang ramai akan pelanggan agar menarik banyak konsumen.

Mungkin Anda bisa membuka bisnis kecil kecilan dengan membuka kios sembako di suatu tempat.

Kebutuhan sembako adalah kebutuhan yang akan selalu dibutuhkan oleh setiap orang.

Oleh karena itu bisnis seperti ini perlu Anda coba untuk dilakukan. Bisnis ini akan mengantarkan seseorang yang tidak mampu menjadi kaya.

Jika Anda ingin meraih kesuksesan, maka Anda tidak boleh bersantai begitu saja.
Seseorang yang sukses tentunya harus mau bekerja keras untuk mendapatkan hasil dari kerja kerasnya.

Tidak hanya bekerja keras, tetapi juga harus kreatif dalam berbisnis dan tidak mudah menyerah begitu saja.

Hal tersebut dapat Anda buktikan dengan melakukan bisnis kecil kecilan misalnya seperti bisnis sembako. Misalnya membuka kios grosir untuk sembako.

Ada beberapa cara agar bisnis grosir sembako Anda bisa laku keras.

Yang pertama Anda bisa memperhatikan kebutuhan para konsumen, bahwa kebutuhan apa saja yang sedang laris di pasaran. Kemudian pilih lokasi strategis jika Anda memilih sewa kios Bandung.

Harganya mengikuti pasaran saja atau jangan lebih mahal dari harga pasarannya.
Lakukan promosi agar bisnis Anda diketahui banyak orang, ramah dengan pembeli agar betah membeli di kios Anda, dan jagalah kebersihan supaya pembeli nyaman ketika sedang membeli.

Jika Anda berbisnis di pasar, misalnya dengan pasar tradisional.

Maka Anda akan lebih menghemat modal, karena berbisnis di pasar biasanya Anda hanya mendapatkan izin berjualan dan membayar uang sewa untuk tempatnya.

Mungkin di pasar juga akan memperbaiki beberapa tempat agar layak untuk berjualan.

Maka Anda harus menyewa tempat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, misalnya ketika membuka kios sembako, maka harus memilih tempat yang sedikit luas.

Biaya penyewaan kios di Pasar memang biasanya lebih murah, namun saingan bisnis Anda akan lebih banyak, karena pebisnis sembako di pasar pastinya tidak hanya satu saja.

Kemudian jika Anda membuka toko, tentu nama toko memiliki makna yang tempat yang cukup luas.

Jadi, ketika Anda lebih memilih untuk menjual grosir sembako dengan membuka toko atau seperti mini market, maka harus berani memiliki tempat yang luas.

Membangun atau membeli atau menyewa tempat untuk toko yang cukup luas akan memerlukan biaya yang banyak.

Dengan begitu, jalan terbaik untuk memulai usaha grosir sembako adalah dengan menyewa ruko dengan luas yang cukup dan di tempat yang strategis tentunya.

Sewa ruko biasanya tidak terlalu mahal bagi pemula bisnis. Jadi sebelum memiliki toko sendiri, Anda baiknya jika Anda menyewa ruko saja.

Jika Anda sudah berniat membuka kios ini, saatnya untuk menghitung beberapa modalnya terlebih dahulu.

Berikut ini adalah rincian dari biaya modal usaha kios sembako bagi para pemula bisnis:
  1. Untuk sewa tempat atau ruko kecil, biasanya Anda membutuhkan biaya sekitar Rp 500.000 – Rp 1.000.000.
  2. Karena yang dibutuhkan adalah ruko kecil, maka kita ambil harga yang paling kecil saja yaitu Rp 500.000/ bulan.
  3. Kemudian untuk kios-kios sembako biasanya memerlukan etalase, kira-kira harganya sekitar Rp. 500.000 saja.
  4. Untuk beberapa peralatan seperti kalkulator, rak, kotak uang, dan lainnya kita beri harga sebesar Rp 900.000.
  5. Pembelian berbagai barang atau sembako yang dijual semuanya seharga Rp 3.000.000.
  6. Biaya tambahan untuk listrik Rp 100.000/bulan.
Nah, jika beberapa modal usaha sudah di kira-kira maka Anda tinggal menghitung estimasi modalnya yang diperlukan untuk membuka kios sembako adalah sebesar Rp 5.000.000.

Besar modal untuk kios sembako ini bisa saja berbeda, tergantung dengan penyewaan tempat dan barang-barang apa saja yang akan Anda beli.

Jika semuanya atau modal usaha perkiraannya sudah dihitung, maka Anda bisa mengira-ngira omset yang akan dihasilkan per bulan mendapatkan uang berapa.

Untuk keuntungan membuka bisnis sembako ini, kita umpamakan untuk dalam seharinya penjualan sembako bisa mencapai Rp 250.000, maka untuk pendapatan kotor dalam satu bulan adalah sebesar Rp 7.500.000/bulan (250 ribu dikalikan 30 hari).

Nah, jadi dengan begini keuntungan dari bisnis sembako ini akan terlihat dengan jelas.

Kita bisa menghitungnya dengan penghasilan kotor tiap bulan dikurangi modal usaha (Rp 7.500.00 – Rp 5.000.000 = Rp 2.500.000).

Jadi, untuk penghasilan Anda setiap bulannya dari bisnis grosir sembako ini adalah sebesar Rp 2.500.000 per bulan.

Ini merupakan penghasilan yang tidak tetap, karena akan tergantung dengan jumlah pembeli yang datang. Jadi penghasilan tiap bulan bisa lebih kecil maupun lebih besar.

Nah, itulah beberapa perkiraan analisis untuk perhitungan modal dan juga keuntungan bisnis untuk keluarga.

Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis, maka bisa mencoba bisnis kecil kecilan ini dengan modal yang secukupnya.

Bisnis untuk pemula ini akan bisa terus Anda kembangkan hingga menjadi sebuah toko atau minimarket pada nantinya.

Jika Anda sudah memiliki banyak pelanggan dan memiliki nama sendiri di mata para konsumen, maka akan sangat mudah untuk menjalankan bisnis seperti ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

0 komentar:

Posting Komentar